Sabtu, 17 Mei 2008

koloni semut dalam lumbung gula

Tentara semut sedang dengan rakusnya mencari biji kristal gula dalam lumbung berlapiskan kaca tebal dan berlangit besi.para tentara tersebut selalu bertegur sapa ketika saling berpapasan.di suatu sudut ada dua ekor semut saling berpapasan dan saling memulai perbincangn.
"apakah kamu tidak bosan melahap gula ini?"tanya si kecil besar.
"kenapa harus bosan?memang ini makanan pokok kita!"jawab si semut besar.
"aku merasa bosan dengan makanan ini.aku ingin sesuatu yang lebih"tanggap semut kecil.
"ahhh kau berkhayal!,ayo lekas kerja!"tegassi semut besar.
mereka pun berpisah di sudut itu dan mulai rutinitas mereka kembali.
Beberapa jam kemudian si semut kecil beristirahat sambil mengunyah kristal gulanya yang sudah mulai tak berbentuk. dia di hampirin oleh seekor semut wanita dan bayinya yang mengikutinya dari belakang.dan terjadi lagi sebuah perbincangan.
"apa yang kau lakukan semut muda?bermalasan-malasan sedangkan temanmu yang lain bekerja?"tegur semut wanita itu.
"aku hanya bosan dengan semua yang aku lakukan disini,apakah anda tidak merasakan seperti yang aku rasakan?"jawab semut kecil itu.
"akutak mengharapkan lebih dari sekedar aku dan anakku dapat tidur dan makanan yang cukup walau pun terkurung seperti ini"jawab kembali semut wanita itu.
"aku rasa ini suatu kerja paksa,aku ingin bebas pergi dan tinggal semauku,bukan dikurung seperti ini"tegas semut kecil itu.
"ahhh kau hanya mencari matahari di malam dari!"sindir semut wanita itu.
"hahaha"semut kecil tertawa
"apa yang kau tertawakan?apakah ada sesuatu yang lucu?"nada suara semut wanita meninggi.
"hahahahaha,aku rasa aku telah melihat matahari di malam hari..ternyata diri kalian yang tak sadar bahwa matahari itu ada diluar bukan di dalam toples ini.aku semakin yakin akan melarikan diri dari kubangan ini"jawab semut kecil itu dengan yakin.
"hah,kau hanya seekor muda yang frustasi akan keadaan"jawab semut wanita itu.
lalu semut wanita dan anaknya meninggalkan semut kecilyang sedang bergelora hatinya itu.si semut kecil lalu berpikir bagaimana cari keluar dari penjara gula ini.suatu ketidak sengajaan ketika sang semut itu sudah tak dapta berpikir lagi bagaimana cara untuk keluar dari penjara itu,langit-langit penjara itu terbuka oleh 5 buah akar besar yang mengangkatnya terbuka. tanpa berpikir panjang sang semut berlari sekuat tenaga bagaikan seekor kuda persia yang tengah di tunggangi oleh ksatria inggris yang hendak berperang memperebutkan wilayah kekuasaanya,dia berusaha menyingkirkan tumpukan gula yang tak berguna lagi baginya,karena yang dia butuhkan sekrang lebih dari gula,sekuat tenaga dia memanjat dinding licin itu dengan kaki2nya yang banyak.dengan terdesak nafasnya dia mulai membukan senyumnya sedikit demi sedikit karena beberapa jengkal semut lagi dia akan sampai menuju tangga kebebasan yang ia inginkan.tapi tanpa dia sadarin 5 akar itu mulai mengayuhkan satu demi satu akarnya untuk menutup langit2 yang tak berawan itu.sampai di bibir langit dia dengan bangga persembahkan kebebasannya kepada seluruh koloni semut yang ada didalamnya,namun lalu dia tertutup oleh langit-langitnya sendiri dan tewas tanpa kebebasan yang dia inginkan.yaitu melihat matahari,karena matahari masih jauh dari hanya sebuah toples tertutup berisi gula dan koloni semut didalamnya.

(suatu obrolan di toko buku)

Photobucket

1 komentar:

kuyarawa mengatakan...

hmmmm,,,semut yang malang...